Rabu, 29 November 2023

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2023


KEMULIAAN BAGI ALLAH DAN DAMAI SEJAHTERA DI BUMI
(Bdk. Lukas 2:14)

 

Saudara-Saudari terkasih,

Natal merupakan perayaan sukacita karena Allah berkenan menjumpai seluruh ciptaan-Nya dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Sukacita itu terungkap antara lain dalam nyanyian para malaikat dan bala tentara surga: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lk 2:14).

Warta sukacita tentang kelahiran Yesus di kota Betlehem menggembirakan hati para gembala. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud” (Lk 2:10-11). Para gembala adalah pribadi-pribadi sederhana yang memiliki harapan besar kepada Sang Mesias sebagai pembawa damai sejahtera.

Natal mengajak umat beriman untuk masuk dalam karya penyelamatan Allah dan bertemu dengan Sang Juru Selamat agar mengalami damai sejahtera. “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu di panggil menjadi satu tubuh dan bersyukurlah” (Kol 3:15). Damai sejahtera (shalom) sebagai suasana hidup yang damai, rukun, dan tentram, tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan antarsesama umat manusia dan antara manusia dengan alam semesta.

Saudara-saudari terkasih

Kelahiran Yesus yang menjadi wujud karya penebusan Allah telah membawa sukacita bagi umat beriman. Kehadiran-Nya telah membarui hidup dan mendorong kita untuk terus berjalan bersama menegakkan Kerajaan Kasih di tengah berbagai perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, dan golongan.

Bersamaan dengan Perayaan Natal ini, kita memasuki masa persiapan Pemilu 2024. Kita sebagai warga bangsa akan memilih para pemimpin dan wakil rakyat. Perhelatan politik itu disamping membawa kegembiraan juga tidak jarang menyisakan dampak negatif seperti konflik dan perpecahan yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu bijaksana dan dewasa dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda-beda serta waspada terhadap penyebaran benih-benih kebencian yang dilakukan hanya untuk meraih kemenangan.

Dengan berpegang pada prinsip bahwa Allah harus dimuliakan, maka politik identitas dan politik uang bukan pilihan perjuangan politik umat Kristiani. Kita menolak politik kekuasaan yang menghalalkan segala cara termasuk mengorbankan rakyat dan merendahkan martabat luhur kehidupan.

Semangat Natal menggerakan umat Kristiani untuk terlibat secara aktif dalam menata kehidupan berbangsa yang lebih bermartabat demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu kita mendukung perjuangan politik yang mengutamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Saudara-saudari terkasih

Tindakan kita untuk memuliakan Allah dilaksanakan bukan hanya dengan membangun hubungan yang harmonis antarumat manusia tetapi juga perlu upaya-upaya untuk menjaga dan merawat alam semesta. Damai sejahtera tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk semua ciptaan dan kita dipanggil untuk turut menghadirkan sukacita bagi semua makhluk.

Terkait dengan hal itu, Perayaan Natal mestinya mendorong kita untuk semakin peduli, kritis, dan berani menolak berbagai bentuk perusakan lingkungan hidup, seperti pemanfaatan sumber daya alam tanpa ada upaya pemulihan, serta pencemaran air, tanah, dan udara yang sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup semua makhluk. Tanggung jawab menjaga lingkungan hidup ini merupakan panggilan dan perutusan dari Allah sendiri untuk semua umat beriman (bdk. Kej 2:15). Kesejahteraan bagi semua makhluk hanya akan terwujud bila alam ciptaanNya selalu terpelihara dan terjamin kelestariannya. Oleh karena itu bumi akan turut bersorak sorai memuji Allah: “Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai” (Mz 96:11).

Saudara-saudari terkasih

Di era globalisasi ini, kita juga diajak untuk memuliakan Allah dan mewujudkan damai sejahtera melalui media sosial dengan terus menerus menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan, setiakawan, dan tenggang rasa. Hal ini menjadi penting karena keharmonisan hidup bersama dapat hancur oleh berita bohong dan ujaran kebencian yang marak di berbagai media sosial. Kita perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan berita.

Para gembala pergi dan menemukan kebenaran warta yang diterima dari malaikat ketika menjumpai bayi Yesus di palungan, lalu mewartakannya kepada yang lain. Natal mengingatkan kita bahwa komunikasi dan perjumpaan di zaman digital ini pun perlu dikelola secara baik agar dapat digunakan sebagai sarana untuk mewartakan Kabar Gembira. Di tengah kemajuan tehnologi informasi yang sangat cepat, ramai, dan sibuk, kita tetap membutuhkan waktu hening untuk berjumpa dengan Allah, sehingga komunikasi dan perjumpaan kita dengan sesama dapat mendatangkan sukacita.

Semoga dengan Perayaan Natal kita semua merasakan kasih Allah yang selalu menyertai hidup kita. Allah yang maha kasih itu selalu bersama dengan kita. Imanuel, Allah berserta kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi apapun (bdk. Ibr 13:5). Oleh karena itu, mari kita terus memuliakan Allah lewat upaya-upaya baik untuk mewujudkan damai sejahtera di tengah kehidupan keluarga, Gereja, masyarakat, dan bangsa. Secara khusus kita berdoa untuk perdamaian di daerah-daerah yang masih terjadi konflik dan kekerasan.

Akhirnya, atas nama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) kami mengucapkan selamat Natal Tahun 2023 dan selamat Tahun Baru 2024. Tuhan memberkati.

Jakarta, 13 November 2023
Atas nama,

Konferensi Waligereja IndonesiaPersekutuan Gereja-Gereja di Indonesia
Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
Ketua
Pdt. Gomar Gultom
Ketua Umum
Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM
Sekretaris Jenderal
Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty
Sekretaris Umum

Sabtu, 04 November 2023

Pernyataan Sikap dan Seruan PGI Tentang Konflik Israel-Hamas

PGI mengecam keras tindakan apapun yang menargetkan warga sipil, penggunaan warga sipil sebagai ‘perisai manusia’, terlepas dari perbedaan kebangsaan, etnis, atau keyakinan mereka.

 

JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mencermati dengan kepedihan yang mendalam tentang bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Israel dan Palestina, di mana ribuan orang termasuk anak-anak terluka, meninggal dunia, serta harus mengungsi meninggalkan pemukiman dan rumah mereka akibat konflik antara Hamas dan Israel.

Sejak 7 Oktober 2023 sampai hari ini, tercatat lebih dari 10 ribu orang dari pihak Israel dan Palestina telah meninggal dunia akibat konflik ini. Ratusan ribu orang harus mengungsi di tengah peperangan yang berkecamuk dan dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Penduduk wilayah Gaza dan warga Israel di kota-kota perbatasan dengan teritori Palestina telah menjadi korban dan dicekam oleh trauma dan ketakutan siang dan malam.

Dalam situasi kekerasan yang berkembang, PGI mengecam keras tindakan apapun yang menargetkan warga sipil, penggunaan warga sipil sebagai ‘perisai manusia’, terlepas dari perbedaan kebangsaan, etnis, atau keyakinan mereka. Terhadap konflik di wilayah ini, PGI mendukung tuntutan yang dikeluarkan oleh para Kepala Gereja di Yerusalem agar terciptanya kejelasan masa depan bagi warga Palestina dan Israel, yang dibangun berdasarkan keadilan, bukan kekuatan militer, di mana Hukum Internasional diterapkan secara konsisten dengan tanpa memihak.

Perdamaian yang tidak diiringi dengan upaya membangun kesetaraan dan keadilan tidak akan bertahan dalam ujian waktu. Dalam pengertian ini, PGI sejak awal berada bersama Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC) guna mendukung sepenuhnya Resolusi-resolusi PBB bagi penyelesaian konflik Israel-Palestina, yaitu dengan mengusung ‘Solusi Dua Negara’. PGI menyerukan kepada para pemimpin politik untuk terus mendorong terciptanya dialog yang tulus dalam upaya mencari solusi jangka panjang demi memajukan keadilan, perdamaian, dan rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang bertikai di wilayah yang bagi jutaan orang dianggap sebagai ‘Tanah Suci’.

Di dalam kesadaran bahwa konflik yang terjadi ini bukanlah konflik keagamaan, dan dengan memperhatikan situasi kemanusiaan yang sungguh memprihatinkan di Gaza, PGI mendesak komunitas internasional untuk memperkuat seruan penghentian kekerasan oleh semua faksi yang bertikai. Sejalan dengan itu, PGI juga mendorong masyarakat internasional, PBB, dan badan-badan kemanusiaan dunia untuk mengupayakan dibukanya koridor kemanusiaan yang memungkinkan penyaluran bantuan memasuki Gaza, sehingga jutaan warga sipil yang tak bersalah, termasuk anak-anak dan warga lanjut usia, dapat menerima perawatan medis dan kebutuhan dasar mereka.

Kepada gereja-gereja di Indonesia, PGI meminta supaya bergabung dalam doa bagi penghentian kekerasan serta terciptanya perdamaian yang adil di tanah tempat lahirnya tiga agama Abrahamik. Gereja-Gereja harus terus berdoa dan mendukung semua upaya kemanusiaan bagi ribuan pengungsi serta korban warga sipil yang terpapar konflik dan terancam oleh kekerasan di wilayah ini, apapun latar belakang suku, etnis, kebangsaan, maupun agama dan kepercayaan.

Dalam keprihatinan yang sama, PGI mengingatkan gereja-gereja di Indonesia, pemerintah, dan semua elemen bangsa, untuk menaruh perhatian bagi ketidak-adilan dan kekerasan yang merusak martabat kemanusiaan dalam peristiwa-peristiwa kekerasan di Pulau Rempang, Tanah Papua, dan wilayah lainnya di negeri tercinta Indonesia.

Unduh : Pernyataan Sikap PGI

Rabu, 19 Juli 2023

Penahbisan Pendeta Alva Kurniawan Prihanto, S.Th

 

Berkat Pengutusan
Berkat Pengutusan oleh Pendeta-Pendeta

Setelah melalui proes yang panjang selama 2 (dua) tahun sejak tahun 2021, Bertempat di gedung gereja GKSBS Kuro Tidur Wilayah Pelayanan MT Marga Sakti, Rabu (19/07), GKSBS Kuro Tidur menyelenggarakan Kebaktian Penahbisan Pendeta Alva Kurniawan Prihanto,S.Th yang dipimpin oleh Pendeta Cornelius Sait,S.Th 

Kebaktian Penahbisan Pendeta Alva Kurniawan Prihanto,S.Th merupakan puncak dari proses pemanggilan Pendeta GKSBS Kuro Tidur yang perdana dilakukan selama 35 Tahun sejak GKSBS Kuro Tidur menjadi Jemaat GKSBS Dewasa. Proses Pemendetaan dimulai dengan proses perkenalan pada bulan Juni 2021, dilanjutkan proses orientasi, aplikasi, pembimbingan dan peremtoar. Semuanya proses berjalan baik atas berkat kasih karunia Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja. Selain itu proses pemanggilan Pendeta yang dilakukan berdasarkan tata gereja GKSBS merupakan upaya memperlengkapi Jabatan Pelayan Gereja, yang mana pada tahun 2023 ini Pendeta Cornelius Saito,S.Th telah memasuki usia Emeritus.

Pada Kotbah sulung Pdt. Alva mengangkat tema “Mandiri dan Bersinergi dalam Memberitakan Kabar Baik” dengan harapan bahwa mewartakan Injil akan semakin baik jika dilakukan bersama dan bekerjasama antara warga Jemaat dan Majelis serta Jemaat GKSBS, Klasis dan Sinode dapat berjalan bersama untuk mengabarkan kasih keselamatan anugerah Tuhan Yesus di Dunia ini.

Kebaktian Penahbisan Pendeta Alva Kurniawan Prihanto,S.Th dihadiri oleh MPS GKSBS, MPK GKSBS Klasis Bengkulu, MPJ dan Jemaat GKSBS Se-Klasis Bengkulu, Majelis GKSBS Musi Rawas Palembang, GKSBS Lampung serta Pendeta Gereja-Gereja Kristen di Kec. Padang Jaya.

Setelah kebaktian penahbisan, dilanjutkan welcome ceremony yang dihadiri oleh Ketua DPRD Bengkulu Utara, Camat Padang Jaya, Kepala Desa Marga Sakti, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Anggota DPRD Bengkulu Utara, Kepala Dusun, Ketua RT, Karang Taruna Desa Marga Sakti.

 

Jumat, 02 Juni 2023

Peremtoar C.Pdt Alva Kurniawan Prihanto,S.Th

 

penyerahan sertifikat layak Tahbis

Kamis (01/06) bertempat di Wilayah Pelayanan Tanah Tinggi, GKSBS Kuro Tidur menyelenggarakan Musyawarah Majelis Jemaat (MMJ) dengan agenda Ujian Calon Pendeta (Peremtoar) GKSBS Kuro Tidur atas diri Alva Kurniawan Prihanto, S.Th.

MMJ dihadiri oleh Majelis Jemaat GKSBS Kuro Tidur, MPS Sinode GKSBS Pdt. Erick Timoteus Purba, MPK GKSBS Klasis Bengkulu Pdt. Victor IC, Pnt. Roeswanto, DKn. Martono, Pnt. Emanuel APK, dan Pnt. Yohanes DH yang di awali dengan Kebaktian pembukaan dilayani oleh Pdt. Cornelius Saito,S.Th

 

Materi ujian teridiri dari Spriritualitas, Pembangunan Jemaat, Kesaksian dan Pelayanan serta Manajemen dan Kepemimpinan Gereja. Setelah melalui proses peremtoar, melalui MMJ tertutup memutuskan bahwa C.Pdt Alva Kurniawan Prihanto,S.Th layat tahbis menjadi Pendeta GKSBS Kuro Tidur. 

 

Proses pemendetaan C Pdt Alva Kurniawan Prihanto, S.Th di GKSBS Kuro Tidur telah melalui tahapan berdasarkan Tata Gereja GKSBS yaitu:

  1. Penjaringan Bakal Calon Pendeta
  2. Persiapan Pemanggilan Bakal Calon Pendeta
  3. Perkenalan Orientasi
  4. Orientasi
  5. Aplikasi
  6. Pembimbingan
  7. Peremtoar

Tahapan-tahapan pemendetaan tersebut dilaksanakan dengan jangka waktu sekira 2 (Dua) tahun yang dimulai pada Tahun 2021. Setelah dinyatakan layak Tahbis, GKSBS Kuro Tidur mengagendakan Kebaktian Penahbisan Pendeta pada tanggal 19 Juli 2023.

Senin, 04 Desember 2017

JADWAL NATAL GKSBS KURO TIDUR TAHUN 2017

  • 9 Desember 2017 jam 14.00 di BP  Natal Lansia

  • 17 Desember 2017 jam 10.00 di Tanah Tinggi Natal Jemaat

  • 19 Desember 2017 jam 09.00 di MT  Natal Anak

  • 20 Desember 2017 di BP jam 16.00 Natal BP

  • 27 Desember 2017 di MT jam 16.00  Natal MT

Sabtu, 20 Desember 2014

Jadwal Perayaan Natal GKSBS Kuro Tidur

JADWAL PERAYAAN NATAL GKSBS KUROTIDUR TAHUN 2014

1. Natal ANAK 18 Desember 2014 di BP Marga Sakti Jam 10.00 wib
2. Natal UMUM wilayah 1 24 Desember 2014 di MT Marga Sakti jam 16.00 wib
3. Natal UMUM wilayah 2 20 Desember 2014 di Girimulya jam 10.00 wib
4. Natal PEMUDA 27 Desember 2014 di Unit 5 Tanah Tinggi jam 15.00 wib
5. Natal LANSIA 30 Desember 2014 di Kuro Tidur jam 10.00 wib

Kamis, 31 Juli 2014

GKSBS Kurotidur Mempersiapkan Pemekaran Bakal Calon Jemaat GKSBS

GKSBS Kurotidur merupakan Jemaat GKSBS yang memiliki 11 (sebelas) wilayah pelayanan terdiri dari BP Marga Sakti, MT Marga Sakti, Dam Air Lais, Kurotidur, Tanah Tinggi, Girimulya, Tanjung Anom, Limas Jaya, D5 Marga Bakti, D6 Bukit Makmur, Batiknau dan tersebar di 5 Kecamatan dalam Kabupaten Bengkulu Utara yaitu Kec. Arga Makmur, Kec. Padang Jaya, Kec. Girimulya, Kec. Ketahun dan Kec. Batiknau.

Berdasarkan kondisi letak geografis yang sangat luas dan jarak yang berjauhan antar wilayah pelayanan, jumlah warga Gereja yang besar dan kerinduan untuk berkembang maka Majelis GKSBS Kurotidur merencanakan memekarkan bakal calon Jemaat GKSBS baru yang terdiri dari 5 (lima) wilayah pelayanan yaitu Girimulya, Tanjung Anom, Limas jaya, D5 Marga Bakti, dan D6 Marga Bakti.

Pada sidang XIII GKSBS Klasis Bengkulu tahun 2014 Majelis GKSBS Kurotidur telah menyampaikan secara resmi permohonan pemekaran calon Jemaat. Sidang mengarahkan agar pemekaran ini harus sesuai prosedur Tager Talak GKSBS dan memutuskan agar segera mengadakan pelawatan Klasis untuk menilai kesiapan GKSBS Kurotidur yang akan memekarkan bakal calon Jemaat GKSBS baru.

Dalam rangka mempersiapkan bakal Calon Jemaat GKSBS yang baru ini Majelis GKSBS Kurotidur dalam sidang Majelis di DAM Air Lais tanggal 5 Juli 2014 mengambil keputusan bersama untuk membagi GKSBS Jemaat Kurotidur menjadi 2 wilayah. Wilayah 1 (GKSBS Kurotidur) terdiri dari BP Marga Sakti, MT Marga Sakti, Dam Air Lais, Kurotidur, Tanah Tinggi, Batiknau dan wilayah 2 (bakal calon jemaat GKSBS) terdiri dari Girimulya, Tanjung Anom, Limas Jaya, D5 Marga Bakti, D6 Bukit Makmur.

Bertempat di Gedung Gereja Girimulya, sabtu (26/07) Majelis GKSBS Kurotidur mengadakan Sidang Perdana GKSBS Kurotidur wilayah 2. Pada rapat ini juga diadakan pemilihan Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GKSBS Kurotidur wilayah 2 dengan susunan : Ketua Dkn. Haryanto, Sekretaris Pnt. Tri Sudarwanto,  Bendahara : Pnt. Agus Suseno. MPJ berfungsi untuk memimpin persidangan Majelis dan mengatur pelayanan Gerejawi di wilayah 2. Sidang perdana ini juga memutuskan menetapkan panitia Persiapan calon jemaat GKSBS yang teridiri dari : Ketua, Bpk. J. Hutauruk, Sekretaris: Bpk. D. Siregar, Bendahara Ibu Endang Tri Purwaningsih anggota: Bpk. Tri Wargono, Bpk Sarwanto, Bpk Agus Tono, Bpk Waluyo, Bpk Turahyo, Bpk Sumanto, Bpk Suko, dan Bpk Hutahaian,

Diharapkan dengan pembagian wilayah GKSBS Kurotidur ini, bakal calon Jemaat GKSBS dan GKSBS Kurotidur akan belajar bersama untuk melayani, mengelola dan membina warga Gereja, Asset, Manajemen dan Pemerintahan Gereja sesuai dengan Tager Talak GKSBS menuju pemekaran Calon Jemaat yang dewasa dalam segala hal.

Senin, 07 Juli 2014

GKSBS Kurotidur Juara Umum PORSENI Pemuda GKSBS Klasis Bengkulu 2014

Pada tanggal 1-3 Juli 2014, GKSBS Kurotidur wilayah pelayanan Girimulya menjadi tuuan rumah Persekutuan, Olah Raga dan Seni (PORSENI) Pemuda GKSBS Klasis Bengkulu dengan tema “ Bertemu dan Bersukacita di Dalam Kristus”.

Porseni Pemuda GKSBS Klasis Bengkulu diikuti sekitar 150 orang pemuda pemudi dari 6 Jemaat GKSBS yaitu GKSBS Penarik, Sebelat, Kurotidur, Bengkulu, Seluma dan Bengkulu Selatan dengan kegiatannya adalah lomba catur, lomba stand up comedy, lomba futsal, lomba volly, lomba tarik tambang, lomba lari karung, lomba badminton, lomba solo song, lomba vocal grup.

Pemuda Pemudi GKSBS Kurotidur sebagai peserta berhasil menjadi Juara Umum dengan rincian perolehan piala sebagai berikut:
1.       Juara 1 Catur
2.       Juara 1 Stand Up Comedy
3.       Juara 2 Solo Song
4.       Juara 1 Vocal Grup
5.       Juara 3 Lari Karung
6.       Juara 2 Tarik Tambang
7.       Juara 1 Volly
8.       Juara 1 Badminton

Hanya lomba futsal saja yang tidak memperoleh piala karena sudah tersingkir pada babak penyisihan yang saat itu berhadapan dengan GKSBS Seluma.

Selasa, 22 April 2014

Cerianya Paskah Anak GKSBS Kurotidur 2014

 Minggu (22/04) bertempat di Gereja Tanah Tinggi Padang Jaya, GKSBS Kurotidur selenggarakan Paskah Anak 2014 dengan tema “Kebangkitan Kristus Membangkitkan Semangat Bersaksi”.

Kegiatan Paskah Anak dimulai dengan ibadah Paskah. Selanjutnya diisi kegiatan Lomba Cepat membuka Alkitab untuk tingkat SD, lomba cerdas cermat Alkitab untuk anak SD, lomba mewarnai dan lomba lari membawa bendera untuk balita yang belum sekolah.

Paskah Anak GKSBS Kurotidur 2014 berjalan dengan penuh keceriaan Anak-anak ditambah dengan pembagian hadiah Paskah bagi seluruh peserta. Tidak kurang dari 150 orang anak-anak mengikuti kegiatan Paskah ini dengan penuh Keceriaan.






admin @ankgoro

Rabu, 29 Januari 2014

Laporan Tahun 2013

Tahun 2013 merupakan tahun bersejarah bagi Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Jemaat Kurotidur yang mana pada tanggal 13 November 2013 GKSBS Kurotidur genap berusia 25 Tahun. Tahun 2013 merupakan tahun perak melambangkan waktu  yang cukup untuk semakin dewasa dalam pelayanan dan penatalayanan Gereja. Begitu banyak pergumulan yang harus dihadapi dalam membangun dan mengembangkan Jemaat dan menyatukan “Keluarga” GKSBS Kurotidur yang tersebar di 11 wilayah pelayanan agar menjadi Jemaat seutuhnya.
Sebagai pertanggungjawaban Majelis GKSBS Jemaat Kurotidur dan sesuai dengan uraian tugas Majelis Jemaat pada tata laksana Pasal 2 Ayat 89 maka Majelis GKSBS wajib menyusun laporan dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja jemaat.

Untuk itu, Majelis GKSBS wajib melaporkan program kerja dan pelayanan yang telah dilaksanakan selama tahun 2013 serta laporan keuangan. Diharapkan laporan ini dapat dibaca, dicermati, dan dipahami sehingga dapat dievaluasi bersama untuk kemajuan GKSBS Jemaat Kurotidur dalam kebersamaan dan kasih sehingga Nama Tuhan Yesus terus dimuliakan.


Info lebih lanjut: Ketua Majelis Dkn. Susilo Admojo Hp. 0852-7956-8987,  Pdt.Cornelius Saito Hp. 0813-6750-8409
:: Fb : Gksbs Kuro Tidur | email: gksbs_kurotidur@yahoo.co.id | web: gksbskt.blogspot.com | admin: @ankgoro ::