Rabu, 16 Maret 2011

SEJARAH SINGKAT GKSBS JEMAAT KURO TIDUR



Berdirinya Gereja yang saat ini bernama Gereja Kristen SumateraBagian Selatan (GKSBS) Jemaat Kuro Tidur Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara bermula dari Tahun 1978. Di daerah Kuro Tidur (saat ini Kecamatan jaya & sekitarnya) banyak orang-orang dari Pulau Jawa mengikuti program transmigrasi ke daerah ini. Orang-orang ini ditemukan dan menemukan serta dihimpun oleh Tenaga Gereja yang saat itu diemban oleh Kusnin Hadi Pramono.

Pada minggu pertama januari 1979 kebaktian hari minggu pertama dimulai bertempat di rumah sdr. Paijo Desa Marga Sakti. Tahun 1980 di MT sebagai Kelompok warga Jemaat Pertama/ mula-mula GKSBS Kuro Tidur rumah ibadah selesai dibangun dengan swadana murni dari warga jemaat dengan memakai atap bambu dan diberi nama “Gereja Pondok Bambu” . Selama 2 tahun pertama Kebaktian dipimpin oleh Tenaga Gereja.

Pada tahun 1981 Kepengurusan Gereja pertama dibentuk yang terdiri dari Kusnin Hadi Pramono, Sutarman, Dasmad. D, Susilohadi, Darso Lesono, Darso Wiyono yang dinamakan Pengurus Calon Jemaat. Calon Jemaat GKSBS Kuro Tidur didewasakan oleh Gerejawali GKB-Bengkulu pada tanggal 13 November 1988 menjadi Jemaat dengan nama GKB Kuro Tidur dengan 14 orang majelis dan 11 kelompok ibadah yaitu:
1.       Kelompok MT Desa Marga Sakti
2.       Kelompok Bumi Ayu Desa Marga Sakti
3.       Kelompok BP Desa Marga Sakti
4.       Kelompok Kuro Tidur Desa Kuro Tidur
5.       Kelompok Unit IV
6.       Kelompok Unit V
7.       Kelompok Unit VI
8.       Kelompok Unit VII
9.       Kelompok D V ketahun
10.   Kelompok D VI Ketahun
11.   Kelompok Batik Nau

Nama GKB - Kuro Tidur berubah menjadi GKSBS Jemaat Kuro Tidur  terjadi pada tahun 1996 mengikuti keputusan sidang IV GKSBS tanggal 26-29 Agustus 1996 di Bandar Lampung yang mengesahkan Tata Gereja & Tata Laksana sehingga nama Sinode hingga Jemaat berubah sesuai Tager Talak yang disahkan. Pada tahun itu pula kelompok Bumi ayu bergabung dengan kelompok MT dan muncul kelompok DAM Air lais sebagai kelompok baru.

Saat ini GKSBS Jemaat kuro tidur terdiri dari 11 kelompok ibadah, 1 orang Pendeta emiritus (Pdt.Emr.Kusnin Hadi Pramono) dan 1 orang Pendeta Aktif (Pdt. Cornelius Saito, S.Th) dengan 36 orang Majelis (Penatua & Diaken).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar